Sungai Cibeet Meluap, Karangligar Kembali Banjir

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Sungai Cibeet Meluap, Karangligar Kembali Banjir

BaliKini News
Sabtu, 27 April 2019


Karawang, Balikini.News ■ Meluapnya air sungai Cibeet merendam sekitar 140 rumah di Desa Karangligar, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, pada Sabtu, (27/4).

Warga Karangligar, Suparman yang rumahnya juga ikut terendam banjir mengatakan banjir tersebut sudah langganan setiap sungai Cibeet meluap dipastikan terendam banjir.

Menurutnya, banjir sudah dua kali dalam satu bulan ini dengan ketinggian bervariasi mulai 50 hingga 30 centimeter.

"Sudah menjadi langganan banjir, setiap sungai Cibeet meluap karena pemukinan warga tidak jauh dari bantaran sungai," kata Suparman, Sabtu (27/4).

Dia menjelaskan banjir sekarang itu air datangnya secara langsung dan masuk ke pemukiman warga itu sudah seperti yang ditumpahkan. Jadi tidak seperti banjir biasanya dimana air itu naiknya sedikit-sedikit dan tingginya pun hanya sekitar 20 centimeter, sedangkan warga kita di sini sedikitnya ada 140 rumah warga.

"Rumah yang terendam banjir ada sekitar 140 rumah," imbuhnya.

Suparman sangat berharap agar pemerintah baik pusat maupun daerah segera mencari solusi terbaik,  karena selama ini hanya menjadi wacana akan dibuatkan embung  penampungan air dalam mengatasi dampak banjir luapan sungai Cibeet.

Seharusnya, kata Suparman, rencana program itu agar segera direalisasikan. Sebab jika tidak, dengan cuaca musim hujan ini akan ada kiriman air lagi dari wilayah hulu sungai Cibeet.

“Kalau untuk korban, Alhamdulillah tidak ada, tapi kalau harta benda, ya alat-alat elektronik dan barang berharga lainnya saja yang semuanya rusak. Sekarang saya belum menghitung berapa kerugian yang saya alami,” tuturnya.

Sementara itu, Petugas  Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Karawang,  Kaming mengatakan petugas dilapangan terus melakukan pemantauan dilapangan guna antipasi volume banjir naik,  untuk evakuasi warga yang masih bertahan dirumah.

"Kita masih koordinasi dilapangan untuk antisipasi ketinggian air, kalau banjir lagi di pastikan naik," katanya.