Wabup Artha Dipa Ajak Aparatur Menjadi Panutan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Wabup Artha Dipa Ajak Aparatur Menjadi Panutan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

BaliKini News
Minggu, 03 November 2019
  Wabup Artha Dipa Ajak Aparatur Menjadi Panutan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

BALIKINI.NEWS ■ Menggunakan pakaian olahraga, kaos putih, trening, jaket parasut lengan panjang yang didominasi warna hitam dan garis merah, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa memimpin aksi bersih-bersih BALI, di Banjar Kebon Desa Telaga Tawang Kecamatan Sidemen, Karangasem.

Hadir turut mendampingi Wakil Bupati, Kadis DP3A, Camat Sidemen, Kadia Kesehatan, Kadis Koprasi dan Kepala OPD terkait.

Sesuai program Pemerintah Provinsi Bali, Wabup Artha Dipa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah. Sama-sama mewujudkan Karangasem bersih dari sampah.

“Mari kita kurangi sampah dan mulai dari diri kita, dari keluarga kita, dari rumah tangga kita. Mari kita bersihkan sampah sekitar kita. Mari kelola sampah di lingkungan kita masing-masing untuk hidup semakin bersih, kian sehat dan makin bertambah bernilai,” ajaknya sambil memungut sampah di sekitar bibir sungai, kemarin.

Selain itu, Wabup Artha Dipa meminta seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menjadi panutan masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya di tempat tinggal masing-masing.

Kata Wabup Artha Dipa, tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.

“Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kita semua dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Kita semua bisa. Mari kita jadikan pengelolaan sampah yang benar sebagai budaya dan kebutuhan. Mari jadikan sampah sebagai berkah, berfaedah,” ajaknya.

Artha Dipa juga mengajak warganya untuk membiasakan mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai.
“Kita berkumpul disini bukan hanya memungut sampah, tetapi kita punya kewajiban mempertahankannya, karena Bali sudah terkenal sampai ke negara lain dengan keindahannya, kalau ini sampai tidak dipertahankan maka Bali akan ditinggalkan,” tuturnya.

Dari jaman dulu, Bali dikatakan adalah pulau sorga, atau sorganya dunia. Peraturan sudah banyak, tetapi kalau tidak diimplementasikan, peraturan adalah hanya kertas, jadi peraturan itu harus diimplementasikan.

Pemerintah Kabupaten masih mencari solusi untuk sampah dan menjaga kebersihan. Masyarakat harus berani mengatakan desanya indah, bersih, aman, nyaman. Untuk mewujudkan itu semua harus memerlukan tenaga, waktu dan pikiran dan semuanya hanya bisa terwujud mulai dari kesadaran sendiri.

Ketua panitia bersih bersih Bali, Gus Norman Sasono mengatakan bahwa bersih bersih tanpa ada kesadaran adalah bohong.

Menurutnya, mempertahankan lebih sulit daripada memulai membersihkan. “Segala pengolahan akan dipusatkan di telaga tawang, sekarang kita akan melakukan pembersihan seperti biasa, dan selanjutnya kita juga akan melakukan pelepasan bibit ikan . Ini bukan selesai hanya hari ini, tetapi ini hanya sebuah edukasi dalam kegiatan bersih, karena semua kabupaten kelabakan dalam bidang pembersihan,” ujarnya. (MA/R-01)