-->

Iklan

Liburan Akhir Tahun, Mengenal Rumah Tradisional NTT Di Taman Nusa Bali

BaliKini News
Jumat, 27 Desember 2019, 13:22 WIB Last Updated 2019-12-27T06:22:42Z

BALIKINI.NEWS ■ Liburan akhir tahun tentu sangat ditunggu-tunggu sebagai momentun untuk refreshing dari kegiatan yang padat sepanjang tahun.
Momen akhir tahun menjadi waktu yang sangat tepat untuk liburan bersama seluruh keluarga ataupun sahabat sambil mengenal Rumah tradisional NTT.

Rumah Tradisional NTT  antara lain rumah suku Amarasi, rumah Lio, rumah Sumba, rumah Manggarai dan rumah Bajawa. Masing-masing mempunyai kekhasannya sendiri. Rumah Amarasi, Lio dan Bajawa dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah dan proses pembuatannya dibakar sehingga kuat dan tahan lama.

Pada umumnya rumah-rumah tersebut dipenuhi dengan berbagai simbol tradisi yang berasal dari flora dan fauna yang terdapat di NTT.

Rumah Sumba memiliki tembok kayu yang setengah terbuka dengan harapan agar penguasa alam dan Tuhan menjadi dekat dan merangkul kehidupan orang-orang yang tinggal di dalamnya dengan mudah.

Rumah Manggarai yang terdapat di Flores berdiri menjulang tinggi sehingga rahmat Tuhan selalu menyertai umatNya. Rumah ini begitu menjulang ke langit agar Tuhan bisa dengan mudah hadir bagi yang tinggal di rumah tersebut. Pencipta yang berada di langit membutuhkan jembatan penghubung sedekat mungkin dengan manusia yang memujaNya.

Masyarakat provinsi NTT memiliki banyak upacara tradisi, salah satunya adalah Pasola di Sumba.

Tradisi Pasola adalah perang melempar lembing kayu sambil memacu kuda. Tradisi Pasola dilakukan dengan rasa gembira. Cucuran darah karena lemparan lembing membawa kesuburan untuk tanah sebagai perwujudan perayaan rasa sukur terhadap panen yang melimpah setelah melalui penangkapan nyale, sejenis cacing laut.

Pulau-pulau yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Cendana ini memiliki keragaman flora dan fauna. Misalnya Pulau Timor memiliki karakteristik daerah savana dan tidak memiliki gunung berapi. Sedangkan Pulau Flores memiliki Gunung berapi sehingga daerahnya lebih subur. Wilayah provinsi ini juga dikelilingi oleh lautan dengan wilayah-wilayah pesisir yang karakteristiknya berlainan. Kupang memiliki julukan Kota Karang karena struktur tanahnya yang berbatu karang.

Provinsi NTT memiliki banyak bahasa berdasarkan suku masing-masing, antara lain:

1.Alor dan pulau-pulau disekitarnya.
2.Flores dan pulau-pulau disekitarnya.
3.Sumba dan pulau-pulau kecil disekitarnya.


Hasil Kerajinan masyarakat NTT yang paling terkenal adalah tenun. Kerajinan tenun NTT sangat indah, sangat terkenal hingga mancanegara. Begitu kayanya NTT akan tenun, hingga setiap kabupaten bahkan suku memiliki corak motif maupun warna tenun yang berbeda. Keragaman motif tenun menjadi wujud kekayaan hasil karya wanita-wanita NTT dan menjadi ciri khas masing-masing daerah.

Selain kerajinan tenun, masyarakat provinsi NTT juga memiliki ketrampilan dalam seni mematung. Kerajinan yang dihasilkan adalah patung primitif yang eksotis.

Dalam  rangka  menyambut Natal dan Tahun Baru kembali  memberikan Promo Spesial sesuai dengan syarat dan ketentuan yang  berlaku untuk Paket Budaya, Paket Nusa dan Paket Warna Nusantaraku. 

Promo ini berlaku dari tanggal 22 Desember 2019 – 5 Januari 2020. Taman Nusa buka setiap hari dari pukul  09.00  -  17.00  WITA.  Segera  kunjungi  Taman  Nusa  yang  terletak  di Jalan  Taman  Bali,  Banjar  Blahpane  Kelod,  Desa  Sidan,  Gianyar. 

Untuk alamat dan informasi lengkap, dapat menghubungi bagian informasi: 0361–952952. 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

KABAR BANGLI

+