Meriah, Lomba Mekepung Lampit Dihadiri Ribuan Penonton

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Meriah, Lomba Mekepung Lampit Dihadiri Ribuan Penonton

BaliKini News
Minggu, 01 Desember 2019
  Meriah, Lomba Mekepung Lampit Dihadiri Ribuan Penonton

BALIKINI.NEWS ■  Mekepung adalah atraksi Karapan Sapi berasal dari Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Mekepung artinya berkejar-kejaran yang mana inspirasi ini muncul dari kegiatan tahapan proses pengolahan tanah sawah yaitu tahap melumatkan tanah menjadi lumpur dengan memakai Bajak Lampit Slau.

Makepung Lampit hari ini, Minggu (1/12) pagi digelar di Sirkuit Mekepung Lampit, Subak Tegalwani, Pangkung Jajung Cibunguran, Jl. Sedap Malam No. 333 Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali tampak dihadiri Bupati Jembrana (I Putu Artha, SE. MM) beserta Ibu juga Wakil Bupati Jembrana (I Made Kembang Hartawan, SE. MM) dan pejabat penting.

Ketua Panitia I Made Mara menyampaikan dalam lomba ini semua yang menang akan tetap mendapat piagam untuk memotivasi bagi para peserta. "Harapan mekepung tetap lestari dan saya minta dukungan untuk Pemerintah Daerah untuk melestarikan Bumi Mekepung yang ada di Kabupaten Jembrana," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha, SE. MM mengatakan Pembangunan Kepariwisataan merupakan salah satu program prioritas di Kabupaten Jembrana yang dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pengembangan program kepariwisataan berbasis masyarakat, erat sekali kaitannya dengan segala potensi yang ada di masyarakat yang meliputi keindahan alam, keunikan/kekhasan seni dan tradisi budaya yang ada di masyarakat," katanya.

Menurutnya, pengembangan dan promosi potensi daerah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tugas kita bersama, yang dapat ditempuh melalui berbagai cara termasuk salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba Makepung Lampit Tahun 2019.
Makepung Lampit sebagai salah satu tradisi khas dan budaya masyarakat Kabupaten Jembrana telah mewarnai dinamika daerah dan masyarakat agraris Jembrana.

Menurut Bupati, selain sebagai ekspresi seni budaya tradisional yang wajib dilestarikan dan dikembangkan, makepung lampit juga merupakan aset pariwisata yang strategis dan potensial, karena daya tarik dan keunikannya yang tiada duanya di Bali dan bahkan di tingkat nasional dan intemasional.

Selain bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya dan sebagai ajang promosi pariwisata Kabupaten Jembrana pada khususnya dan Bali pada umumnya, pelaksanaan Lomba Makepung Lampit juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan yang lain seperti pertanian dan peternakan khususnya pelestarian kerbau.

Selain itu, Lomba Makepung Lampit kali ini merupakan salah satu wujud kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya sekaa makepung lampit dalam membangun dan mengembangkan pariwisata Jembrana. Hal tersebut sejalan pula dengan kebijakan pengembangan kepariwisataan yang diarahkan dalam rangka mewujudkan destinasi dan atraksi wisata yang berdaya saing dengan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, yang nantinya diharapkan mampu sebagai wahana untuk menciptakan kesempatan berusaha, bekerja, dan berinvestasi di bidang pariwisata.

"Melalui kesempatan yang berbahagia ini pula, saya mengimbau agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan berkelanjutan sehingga menjadi salah satu event tahunan di Kabupaten Jembrana," ujar Bupati.

I Putu Artha menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana tentu akan terus berupaya untuk memberikan dukungan seoptimal mungkin demi terselengaranya kegiatan ini demi kemajuan pariwisata Jembrana.

Adapun jumlah peserta yang bertanding dalam kegiatan lomba Mekepung Lampit kali ini sebanyak 29 peserta yang dibagi menjadi 5 (lima) kelompok, terdiri dari Kelompok A : 7 peserta, Kelompok B : 8 peserta, Kelompok C : 6 peserta, Kelompok D : 5 peserta dan Kelompok E : 4 peserta

Berikut hasil perlombaan diantaranya Juara 1 adalah Tunjung Putih (Pangkung Jajang) mendapatkan topy dan uang pembinaan sebesar Rp. 7.000.000,- dan Juara 2 dari Panca Pandawa (Kaliakah) , mendapatkan topy dan uang pembinaan sebesar Rp. 6.000.000,- dan Juara 3 adalah Luh Sri Natalia (Banyubiru), mendapatkan topy dan uang pembinaan sebesar Rp. 5.000.000,- serta Juara Harapan 1 Cak yakni Mendol (Brawan Tangi) mendapatkan tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 4.000.000,- berikut Harapan 2 adalah I Putu Yogi (Tukad Daya), mendapatkan tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,-

Selama kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar (Suar)