Menggegerkan, Seorang Warga Meninggal Mendadak Di Rumahnya

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Menggegerkan, Seorang Warga Meninggal Mendadak Di Rumahnya

BaliKini News
Kamis, 26 Maret 2020

BALIKINI NEWS ■ Masyarakat Kelurahan Gilimanuk, sekitar pukul 06.30 Wita dihebohkan oleh salah satu warganya yang meninggal mendadak di rumah bernama Ni Ketut Widarmi (44) beralamat Jln. Rajawali Lingkungan Asri Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Korban tinggal seorang diri dan mayatnya pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Siti Nurhotimah (34) dan Selamat Sugianto (44) alamat Jln. Rajawali Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, pada Kamis (26/03).

"Saya menemukan korban sudah terbujur kaku, karena takut terjadi apa, apalagi sekarang info penyebaran wabah corona dimana-mana, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada ke RT IX Asri Wawan Karnawan dan Kaling Asri Wayan Gede Atmaja serta menghubungi Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk," ungkap Siti Nurhotimah.

Atas kejadian itu, Kaling Asri langsung menghubungi pihak Puskesmas dan diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana.

Dalam sekejap para medis dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas datang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mengantisipasi korban terkena Virus Corona dan diikuti Dokter dari Puskesmas setempat.

BACA JUGA: Studi: Kasus Corona di Indonesia Capai 34.200 Pasien

Tim medis dari Puskesmas Gilimanuk Ni Putu Juli Nomita Sari A.Md mengatakan dari hasil pemeriksaan korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban memang mempunyai riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Pemkab Jembrana dr. Harisanto menyampaikan agar warga sekitar jangan was-was, karena memang prosudur untuk penanganan / penemuan mayat harus menggunakan seragam APD dalam mengantisipasi Virus Corona.

"Kalau saya lihat dari gejala korban itu bukan penyakit Corona / Covid-19, karena jika positif Corona harus melalui beberapa tahapan dan tidak spontan langsung meninggal," jelasnya.

Selanjutnya, Netty Johanna Elizabeth selaku pengurus Gereja mengaku akan bertanggung jawab dengan jenazah korban dan korban akan disemayamkan hari ini di kuburan Kristen di Gilimanuk karena bersangkutan pernah beragama Kristen. (Suar/R-1)