Antisipasi Corona, Bali Rencana Laksanakan Sipeng Nyepi Lagi Selama Tiga Hari

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Antisipasi Corona, Bali Rencana Laksanakan Sipeng Nyepi Lagi Selama Tiga Hari

BaliKini News
Selasa, 07 April 2020

BALIKINI NEWS ■ Dalam rangka memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19) Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali kerjasama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Gubernur Bali berencana akan melaksanakan Sipeng atau Nyepi di seluruh Desa Adat di Bali akan diberlakukan selama 3 hari, yaitu tanggal 18, 19 dan 20 April tahun ini.

Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Senin (6/4) menjelaskan, hal ini adalah guna melengkapi upaya Skala (Nyata) dan Niskala (Gaib).

Secara Skala adalah untuk mempercepat penanggulangan Virus Corona. Sedangkan secara Niskala (Gaib) ini sangat berkaitan dengan menghormati Bhuta Kala sebelum hari Tilem sasih Kadasa yaitu Rabu (22/4), disertai dengan Upacara Upacara Bhuta Yadnya yang berskala kecil, agar para Bhuta Kala menjadi Somiya.

"Berbeda dengan hari raya Nyepi, dimana umat Hindu melaksanakan Catur Brata Panyepian diantaranya Amati Karya (Tidak Bekerja), Amati Geni (Tidak Menyalakan Api atau Mengumbar Marah), Amati Lelanguan (Tidak Makan dan Minum atau Berpuasa) dan Amati Lelungan (Tidak Bepergian).

Kegiatan Sipeng atau Nyepi disini Krama Adat hanya tidak boleh keluar rumah atau tinggal di rumah saja selama 3 hari, kecuali yang mempunyai tugas tugas khusus, dan mendapatkan dispensasi. Sedangkan Umat yang bukan Krama Desa Adat dihimbau untuk berpartisipasi," jelas Bendesa Agung.

Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof, DR. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengatakan akan memfasilitasi rencana Nyepi Sipeng Desa Adat ini dengan akan menggelar Peparuman (Rapat) dalam rangka membahas hal ini pada Rabu (8/4) di Sekretariat PDHI Provinsi Bali. (Suar)