Gelapkan Uang Perusahaan Rp.280 Juta, Cuma Diganjar 1 Bulan 15 Hari

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Gelapkan Uang Perusahaan Rp.280 Juta, Cuma Diganjar 1 Bulan 15 Hari

BaliKini News
Jumat, 01 Mei 2020

BALIKINI ■ Tindak pidana kejahatan melakukan penggelapan terus terjadi diwilayah hukum Polda Bali. Itu lantaran lemahnya hukuman yang diputusakan di pengadilan.

Seperti tindak pidana yang dilakukan IGST AA Wairgya Ista Dewi (29) bersama suaminya Wayan Andi Sudarmadi (36) yang secara bersama sama melakukan penggelapan uang perusahaan senilai Rp.280 juta.

Majelis hakim pimpinan IGM Putra Atmaja,SH.MH pada Kamis (30/4) menjatuhkan hukuman kepada Dewi hanya 1 bulan 15 hari atau sekurang kurangnya 45 hari.

Sedangkan suaminya oleh majelis hakim dihukum dengan pidana penjara selama 7 bulan. Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1)  ke-1 Jo  pasal 64 ayat (1) KUHP," kata hakim dibacakan melalui telekonferens di PN Denpasar.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum I Kadek Topan Adhiputra,SH yang sebelumnya menuntut terdakwa Sudarmadi dengan pidana penjara selama 1 tahun dan terdakwa Ista Dewi dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Atas putusan ini, terdakwa Sudarmadi yang ditahan di LP Kerobokan langsung menyatakan menerima. Sedangkan terdakwa Ista Dewi yang selama persidangan tidak ditahan di LP Kerobokan masih menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui kasus yang menjerat kedua terdakwa ini berawal saat terdakwa Sudarmadi yang bekerja sebagai sales di PT Dewata Motor menjual sebuah mobil Honda jazz seharga Rp. 280 juta kepada korban I Nyoman Saja pada tanggal 4 Desember 2017.

Selanjutnya tanggal 27 Februari 2018 terdakwa Sudarmadi mengambil BPKB nomor N107 6850-0 atas nama I Nyoman Saja. setelah BPKB berada di tangannya Sudarmadi berkata istrinya, yaitu terdakwa Ista Dewi bawa BPKB ini bisa dijadikan jaminan.

"Saat itu dijawab oleh istrinya terserah papa aja," kata jaksa dalam dakwaannya. selanjutnya kedua terdakwa menggadaikan BPKB tersebut ke salah satu koperasi senilai Rp. 40 juta rupiah.

Tak hanya itu,  kedua terdakwa pun tanpa izin dari I Nyoman Saja kembali menggadaikan BPKB tersebut ke Adira Finance sebesar Rp180 juta dengan berpura-pura membeli mobil tersebut dan disertai beberapa surat yang dipalsukan oleh kedua terdakwa.

"Uang hasil gadai BPKB tersebut oleh kedua terdakwa digunakan untuk membayar hutang di beberapa koperasi dan hutang kesejumlah orang," tulis jaksa Kejati Bali dalam dakwaan. (Ar/R5)