-->

Iklan

Gubernur Perketat Pintu Masuk Bali, Ketua Gugus Nasional Malah Fasilitasi Warga Pulkam

BaliKini News
Senin, 04 Mei 2020, 01:59 WIB Last Updated 2020-05-03T18:59:16Z

BALIKINI ■ Para pendatang yang tinggal di Bali dan sudah tidak lagi memiliki pekerjaan, akan difasiliatsi oleh ketua Gugus Nasinoal Penanganan Covid-19 untuk kembali ke daerahnya.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan kebikajan Gubernur yang telah menutup akses keluar masuk Bali pasca bulan suci ramadhan. Juga sebagaimana yang diperintahkan oleh Presiden RI yang melarang untuk kegiatan mudik, karena dapat memicu penyebaran virus Corona.

Namun dalam rapat koordinasi Gubernur Bali dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo lewat video conference, terungkap bahwa adanya kebijakan warga pendatang yang terkatung katung di Bali dan sudah tidak ada lahan perkerjaan akan difasilitasi untuk dipulangkan.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pelabuhan di Jawa Timur agar nasib para pekerja di Bali yang akan kembali ke daerahnya bisa difasilitasi. Agar tidak lama terkatung-katung," sebut Doni Monardo, Minggu (3/5) Denpasar.

Selain itu, Doni juga menyatakan soal uji SWAB di RS Udayana dan Kedokteran Warmadewa akan segera difasilitasi. Setidaknya untuk peralatan pendukung uji SWAB akan dikoordinasikan dengan gugus tugas daerah untuk segera dilakukan distribusi alat.

Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan ini memaparkan berbagai penanganan serta perkembangan pasien Covid-19 di Bali.

Dijelaskannya, hingga saat ini jumlah pasien yang dinyatakan positif dan telah meninggal tercatat hanya ada empat orang. Dimana rinciannya, dua orang WNI dan 2 orang WNA.

Dilanjutkan oleh Dewa Made Indra, selaku Ketua Gugus untuk Provinsi Bali bahwa tercatat pada Minggu (3/5) jumlah kumulatif pasien positif ada 262 orang. Artinya bertambah 25 orang WNI yang dirinci terdiri dari 3 orang PMI dan 22 orang transmisi lokal.

Untuk jumlah pasien yang telah sembuh, sambung Dewa Indra, ada sejumlah 151 orang (bertambah 22 orang WNI, terdiri dari 14 orang PMI dan 8 orang Non PMI). (Ar/R5)

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

KABAR BANGLI

+