-->

Iklan

Sebanyak 130 Yudisiawan Mengikuti Yudisium Daring PPs Unwar

BaliKini News
Minggu, 10 Mei 2020, 15:54 WIB Last Updated 2020-05-10T08:54:01Z

BALI KINI ■ Program Pascasarjana (PPs) Universitas Warmadewa menyelenggarakan Yudisium Ke-15 secara daring pada Sabtu, 9 Mei 2020.

Yudisium secara daring ini diikuti oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Rektor Unwar, Direktur dan Sekretaris Direktur PPs Unwar, Dekan di lingkungan Unwar, Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan PPs Unwar, Ketua Alumni serta para yudisiawan PPs Unwar.

Yudisium ke-15 PPs Unwar diikuti oleh 130 yudisiawan yang terdiri dari 56 orang dari Prodi Magister Manajemen, 59 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 10 orang dari Prodi Magister Ilmu Linguistik, 2orang dari Prodi Magister Administrasi Publik, dan 3 Orang Magister Kenotariatan.

Lulusan Terbaik Program Pascasarjana diraih oleh Fransiskus Nduru, S.Pd.M.Hum dengan IPK 4,00 masa studi 1 tahun 6 bulan dari Prodi Magister Ilmu Linguistik. Lulusan terbaik masing-masing prodi yaitu dari Prodi Magister Manajemen atas nama Ngurah Surahman, SE.,MM dengan IPK 4,0 waktu studi 1tahun 6 bulan, dari Prodi Magister Ilmu Hukum atas nama I Ketut Landra Yasa, SH.,MH., IPK 4,0 waktu studi 1 tahun 6 bulan, dari Prodi Magister Administrasi Publik diraih oleh Drs. I Wayan Tagel Winarta, M.AP dengan IPK 3,40 dengan waktu studi 2 tahun 6 bulan, dan dari Prodi Magister Kenotariatan diraih oleh I Putu Justyana Ambara Putra, SH.,M.Kn dengan IPK 3,84 waktu studi 2 tahun 7 bulan.

Ketua Panitia Yudisium PPs Unwar Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, SE.,M.Si., mengatakan dari 130 yudisiawan, sebanyak 68,46% lulus dengan predikat cumlaude dan wisudawan yang lulus tepat waktu yaitu dengan waktu studi tidak lebih dari 2 tahun sebanyak 88,46%.

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh yudisiawan yang telah memberi kontribusi, baik finansial maupun dukungan moral sehingga seluruh rangkaian yudisium ini berjalan dengan baik. Selain itu ia juga mengucapkan terima kasih atas sumbangsih yudisiawan yang telah memberikan donasi secara sukarela untuk penanggulangan covid-19.

Direktur Program Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si., mengatakan yudisium adalah proses akademik yang menyangkut pengumuman nilai kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik yang telah diikuti dan penetapan nilai dalam bentuk transkrip akademik.

Penyelenggaraan yudisium saat ini secara teknis berbeda dengan yudisium sebelumnya yaitu secara daring karena ini pilihan yang paling aman dalam menghadapi kondisi saat ini.

"Disatu sisi kami tidak ingin menunda proses akademik dan pengumuman kelulusan para yudisiawan, sedangkan disisi lain kita wajib mendukung kebijakan pemerintah yakni belajar dan bekerja dari rumah, menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang, serta menerapkan social distancing dan physical distancing guna memutus mata rantai dan mencegah penyebaran covid-19," ujarnya.

Prosesi yudisium saat ini tetap dilakukan dikampus tetapi yang hadir hanya pejabat struktural dan beberapa staf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan para yudisiawan/i mengikuti prosesi dari rumah demikian juga anggota BPPS dan para undangan mengikuti dari rumah melalui aplikasi zoom cloud meeting.

"Seperti yudisium biasanya para yudisiawan tetap menggunakan pakaian yang telah ditentukan, menggunakan selempang dan insinye yang menandakan bahwa mereka sebagai yudisiawan. Para yudisiawan juga akan mendapatkan vandel, transkrip akademik, dan buku yudisium yang akan dibagikan kemudian," ungkapnya. (MD/R-01)

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

KABAR BANGLI

+